VISI PAROKI:

Gereja Umat Allah yang dengan bimbingan Roh Kudus terus menerus membangun persekutuan sehati sejiwa, yang berpusat pada Yesus Kristus; berakar dalam komunitas jemaat Lingkungan, beriman mendalam, kokoh, dewasa, misioner dan memasyarakat

19 Juni 2008

Bangkitlah Kaum Muda Katolik!

[Surat kecil untuk Mudika]
Kurangnya perhatian pimpinan gereja, ketiadaan dana serta keterbatasan informasi telah membuat para kaum muda Katolik bingung darimana harus memulai komunikasi. Kebingungan itu masih masuk akal jika terjadi di wilayah pedalaman. Namun jika kebingungan tersebut datang dari kaum muda di kota-kota besar, rasanya itu cukup ironis.
Arus deras informasi yang ini didukung oleh teknologi internet dan telepon selularpun, membuat kaum muda kita bertanya-tanya. Apa tugas bidang komunikasi di paroki-paroki? Jawaban yang paling gampang ditemukan adalah bahwa tugas seksi komunikasi itu ialah membuat bulletin, punya radio, punya studio rekaman, mengurus internet, serta media komunikasi lainnya. Namun, jawaban di atas itupun masih membingungkan kaum muda di perkotaan. Ada asumsi bahwa memulai kegiatan komunikasi harus dari hirarki di atas. Pimpinan Gerejalah yang harus memulai dan membuat arahan komunikasi. Kaum muda dengan semangat muda, seyogyanya bisa mendobrak tradisi tersebut. Masih segar di telinga kita bagaimana Barack Obama, kandidat muda berlatar belakang wartawan, akhirnya tampil sebagai calon presiden kulit hitam pertama di negara adidaya Amerika Serikat. Masih segar pula pembuktian bahwa internet menjadi faktor kunci kemenangan sang kandidat . Tampilnya Obama telah menjadi bukti betapa kekuatan arus informasi dan komunikasi yang didukung dengan semangat perubahan, mampu mendobrak undang-undang tak tertulis "Presiden Amerika Serikat harus berkulit putih". Maka amatlah disayangkan jika kaum muda Katolik merasa terbentur dengan rintangan otoritas hirarki ataupun kekurangan sumber informasi. Ide-ide kreatif yang bergulir dari obrolan di café, kerjasama lintas sosial, ataupun penggalangan solidaritas karitatifpun, bisa menjadi langkah bagi awal kaum muda untuk membangun komunikasi bagi gerejanya. Mulai dari ide perayaan Valentin, donor darah, warnet, kerja bakti kebersihan kerjasama antara Mudika dan RT setempat sampai pada forum dialog formal, secara tidak langsung sudah menjadi sumber pewarta gerejanya.Semua wujud fisik media seperti radio, tv, handphone dan internet hanyalah bentuk fisik sarana pewartaan. Gerak kaum muda sesungguhnya merupakan seksi komunikasi gereja yang sebenarnya. "Maka, bangkitlah kaum muda! Buatlah sesuatu dengan semangat, maka Gereja akan berubah. Karena Gereja adalah dirimu juga!

1 komentar:

bambang susanto mengatakan...

komentar adalah masukan untuk mengembangkan diri.

kalau tidak suka lalu disingkirkan

untuk apa ada komentar